
Sinergi Budaya-Pariwisata: Fadli Zon dan Widiyanti Putri Perkuat Narasi “Living Heritage” untuk Dongkrak Kunjungan Wisata
Buletin.news – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Rabu (25/2/2026). Pertemuan ini menandai langkah konkret penguatan sinergi antara aset kebudayaan dan sektor pariwisata guna meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Fokus utama kolaborasi ini mencakup integrasi data Cagar Budaya Nasional, penguatan ekosistem event, hingga penyusunan pola perjalanan wisata (travel pattern) yang berbasis narasi sejarah dan arkeologi.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia adalah “bahan baku” utama pariwisata yang berkelanjutan. Saat ini, Kementerian Kebudayaan mengelola 313 Cagar Budaya Nasional dan 2.727 Warisan Budaya Takbenda (WBTB), termasuk 514 penetapan WBTB baru pada tahun 2025.
“Budaya dan pariwisata adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kolaborasi ini adalah kunci agar potensi besar ini benar-benar berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat dan pertumbuhan kunjungan wisatawan,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya.
Beliau menyoroti pentingnya aspek pengemasan (packaging) dan kekuatan narasi (storytelling). Sejumlah situs prioritas seperti Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Plaosan kini berada dalam skema pengelolaan bersama InJourney.
Terkait Borobudur, Fadli Zon optimis kapasitas kunjungan dapat ditingkatkan dari kuota saat ini yang berkisar 4.000 orang per hari. Rencana pemasangan chattra diharapkan memperkuat posisi Borobudur sebagai living heritage dengan nilai spiritual yang kuat bagi wisatawan mancanegara.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa Kemenpar membutuhkan dukungan data dan narasi kuat dari Kemenbud untuk mengisi platform digital indonesia.travel.id yang kini telah dibekali teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Generasi muda mencari informasi secara digital. Kami butuh narasi otentik tentang museum dan cagar budaya agar promosi berbasis pengalaman (experience-based tourism) kita lebih kompetitif,” jelas Widiyanti.
Kemenpar menargetkan kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara tahun ini, atau naik 14 persen. Salah satu motor penggeraknya adalah program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang mencakup 145 acara nasional sebagai ruang integrasi bagi festival-festival budaya.



