
Sikat Lonjakan Harga, Kementan Guyur Pasar Induk Kramat Jati dengan Cabai Murah Rp 55 Ribu
Buletin.news – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat meredam gejolak harga cabai yang sempat menyentuh angka Rp 120.000 per kilogram. Melalui kolaborasi dengan Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), pemerintah resmi meluncurkan Aksi Guyur Pasokan Cabai di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sekaligus menjaga daya beli masyarakat tanpa mematikan margin keuntungan petani.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa pasokan didatangkan langsung dari sentra produksi di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Barat.
“Pasokan hari ini sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang. Besok akan masuk lagi dari Bandung, Sumedang, dan Cianjur,” ujar Agung, Sabtu (21/2/2026).
Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa stok cabai rawit merah secara nasional sebenarnya berada pada kondisi aman dan surplus. Penambahan pasokan di PIKJ dilakukan untuk menormalkan distribusi sebagai barometer harga nasional.
“Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau sampai harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh suplai dari sentra produksi ke pasar,” tegas Taufiq.
Program ini melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim Polri selaku Satgas Pangan, serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa gangguan spekulan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino, menyatakan komitmennya dalam memfasilitasi distribusi. “PIKJ adalah barometer harga cabai nasional. Jika di sini stabil, harga di wilayah lain akan mengikuti normal,” jelasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di pasar.
“Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik, targetnya jelas Petani harus tetap untung, tapi konsumen juga harus bisa tersenyum dengan harga yang terjangkau,” pungkas Mentan Amran.



