
Seskab dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Jakpus, Wujud Nyata Misi Presiden Perluas Akses Pendidikan Anak Rentan
Buletin.news – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung kesiapan program Sekolah Rakyat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan, termasuk mereka yang putus sekolah.
Dalam peninjauan tersebut, Teddy menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan perhatian serius Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Keinginan Bapak Presiden adalah bagaimana seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang memadai, sehingga mereka memiliki peluang untuk memperbaiki kehidupan di masa depan,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai lingkungan yang menjamin kebutuhan dasar siswa secara menyeluruh. Program ini mencakup penyediaan tempat tinggal, makanan bergizi, hingga layanan kesehatan, sehingga anak-anak dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan dasar.
“Di sini nanti anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga dijamin tempat tinggalnya, makanannya, gizinya, kesehatannya, serta mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.
Teddy juga memberikan motivasi kepada para calon siswa yang sebagian besar berasal dari latar belakang kurang beruntung. Ia mengajak mereka untuk tetap optimistis dan berani bermimpi besar.
“Di sini tidak boleh ada kesedihan lagi. Insyaallah, kalian semua bisa membanggakan keluarga dan meraih cita-cita,” pesannya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa lokasi Sekolah Rakyat di Pejompongan merupakan bagian dari pengembangan program di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hingga saat ini, terdapat 10 titik rintisan yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Sekolah Rakyat di Pejompongan ini menjadi salah satu dari 10 titik tambahan yang siap beroperasi. Fasilitasnya memanfaatkan aset milik Lembaga Administrasi Negara dan mampu menampung sekitar 100 siswa,” jelasnya.
Secara keseluruhan, 10 titik tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 1.000 siswa. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses perekrutan peserta didik dilakukan melalui pendekatan aktif atau penjangkauan langsung ke lapangan.
“Dari 77 anak yang kami undang, 29 di antaranya kami temukan di jalan. Mereka ada yang mengamen dan membantu orang tua bekerja,” ungkap Gus Ipul.



