
Sekjen Kemendagri Ultimatum APDESI: Stop Dinamika Unproduktif, Fokus Urus Rakyat Desa
Buletin.news – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, memberikan peringatan keras kepada pengurus baru Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) agar tidak terjebak dalam dinamika organisasi yang tidak produktif. Tomsi menegaskan bahwa energi organisasi harus sepenuhnya dialirkan untuk kesejahteraan masyarakat desa, bukan isu-isu non-substansial.
Pesan menohok ini disampaikan Tomsi saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP APDESI periode 2026–2031 di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Jakarta, Senin, (16/02/2026).
Dalam arahannya, Tomsi meminta kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Junaedhi Mulyono untuk melakukan pembersihan internal terhadap cara berkomunikasi yang menghambat kinerja. Ia mendorong APDESI menjadi mitra strategis pemerintah yang memberikan kontribusi nyata.
“Hal-hal yang tidak produktif sebaiknya kita tinggalkan. Mari betul-betul memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Kehadiran kami (pemerintah pusat) adalah untuk mendukung, namun fokus utamanya harus tetap pada rakyat desa,” tegas Tomsi dalam sambutanya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting karena dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci kabinet, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan desa.
Kehadiran para menteri ini menandakan bahwa APDESI diharapkan mampu menyelaraskan program kerja desa dengan agenda nasional, khususnya terkait ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat akar rumput.
Rakernas ini merupakan langkah awal bagi DPP APDESI untuk merumuskan langkah konkret selama lima tahun ke depan. Kemendagri memastikan akan terus mengawal agar APDESI tetap pada jalur perannya sebagai wadah pemersatu pemerintah desa yang berorientasi pada pembangunan inklusif.
Tomsi menutup sambutannya dengan memberikan selamat sekaligus menaruh harapan besar agar amanah yang diemban para pengurus baru dapat dipertanggungjawabkan melalui program-program yang berdampak langsung pada ekonomi desa.




