
Okupansi Hotel 2026 Terancam Merosot, Menpar Tekankan Pengelolaan Sampah Mandiri di Rakernas PHRI
Buletin.news – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 9-10 Februari 2026, di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah. Forum tertinggi organisasi ini menyoroti dua tantangan besar, ancaman penurunan tingkat okupansi akibat efisiensi anggaran pemerintah serta urgensi pengelolaan sampah mandiri bagi pelaku industri.
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap stabilitas industri tahun ini. Meski okupansi sempat mencapai puncaknya di angka 56,12% pada Desember 2025, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah menjadi hantaman keras.
“Tahun 2026 cukup rawan. Okupansi berpotensi turun signifikan karena anggaran perjalanan dinas dan kegiatan pemerintah dialihkan ke sektor lain,” jelas Hariyadi.
Hadir pada hari kedua, Selasa (10/2/2026), Menpar Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi penentu daya saing. Ia mendorong hotel dan restoran tidak lagi bergantung pada pembuangan akhir (TPA) publik, melainkan mengelola limbahnya sendiri. Langkah ini sejalan dengan inisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memaparkan strategi aglomerasi pariwisata dengan Solo sebagai proyek percontohan. Ia juga menekankan pengembangan 1.000 desa wisata dan penguatan konsep wisata ramah Muslim (restoran halal dan fasilitas ibadah) sebagai modal sosial ekonomi daerah.
Menghadapi tantangan tersebut, Rakernas PHRI menyepakati penguatan kolaborasi lintas sektor dengan maskapai dan operator tur untuk melakukan promosi bersama. Strategi ini dianggap sebagai kunci utama untuk bertahan di tengah keterbatasan anggaran promosi dari sisi pemerintah.
Turut hadir secara virtual dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memberikan dukungan terhadap integrasi infrastruktur penunjang pariwisata.




