
Menteri UMKM Maman: Penjualan UMKM Sumut dan Sumbar Kembali Normal, 3,5 Juta Transaksi Tercatat dalam 20 Hari
Buletin.news – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan aktivitas penjualan pelaku UMKM di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) telah kembali relatif normal pascabencana. Indikatornya terlihat dari lonjakan transaksi daring melalui kanal e-commerce khusus yang difasilitasi pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Maman dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu (12/2/2026).
Menurut Maman, Kementerian UMKM bersama sejumlah mitra platform digital menginisiasi pembentukan laman khusus untuk memasarkan produk UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
“Dari aktivitas transaksi di tiga provinsi ini menunjukkan bahwa untuk kondisi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara memang sudah relatif normal. Namun untuk Aceh masih perlu ekstra effort,” ujar Maman.
Data Kementerian UMKM mencatat, sejak 22 Januari hingga 11 Februari 2026, terdapat sekitar 3,5 juta transaksi melalui laman khusus tersebut. Transaksi itu melibatkan 2.059 UMKM dengan total 2.128 produk yang dipasarkan dengan angka Sumatera Barat mencatat sekitar 2 juta transaksi, Sumatera Utara sekitar 1,3 juta transaksi dan Aceh sekitar 16 ribu transaksi.
Capaian Sumut dan Sumbar dinilai menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi telah bergerak kembali.
Maman menjelaskan, kondisi di Aceh masih memerlukan perhatian ekstra karena aktivitas operasional pelaku usaha baru berjalan sekitar 66 persen. Hal ini berdampak langsung pada jumlah transaksi yang masih relatif rendah dibanding dua provinsi lainnya.
Meski demikian, ia menilai produktivitas pelaku UMKM Aceh tetap menunjukkan tren positif. Jumlah produk yang dipasarkan cukup tinggi, mencerminkan partisipasi dan semangat bangkit para pelaku usaha.
Produk yang dijual meliputi pakaian, makanan dan minuman, kerajinan tangan, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Upaya percepatan pemulihan ekonomi tersebut diwujudkan melalui program belanja daring bertajuk “UMKM Sumatera Bangkit” yang tersedia dalam bentuk landing page khusus di sejumlah platform e-commerce nasional, yakni Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap distribusi produk UMKM semakin luas, akses pasar meningkat, dan pemulihan ekonomi daerah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan merata, tutup mentri Maman.




