
Menteri PKP Maruarar Sirait Siapkan 100 Rumah Subsidi Tanpa DP untuk UMKM, Bunga Tetap 5 Persen
Buletin.news – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyiapkan kuota 100 rumah subsidi tanpa uang muka (DP) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam memperluas akses hunian layak sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Program tersebut diumumkan Maruarar saat menghadiri perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
“Sebagai Menteri Perumahan, kami menyiapkan 100 rumah subsidi bagi pelaku UMKM yang memenuhi syarat, dengan DP gratis, BPHTB dan PBG gratis, serta bunga tetap hanya 5 persen. Ini agar pelaku UMKM bisa menikmati program unggulan Presiden,” ujar Maruarar.
Tak hanya DP gratis, pemerintah juga membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Skema pembiayaan menggunakan suku bunga tetap 5 persen, sehingga cicilan lebih ringan dan terjangkau.
Menurut Maruarar, kebijakan ini dirancang agar program perumahan benar-benar menyentuh kelompok produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Program tersebut juga disebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan inklusif.
Maruarar menambahkan, pelibatan UMKM dalam perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 menunjukkan bahwa perayaan budaya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung.
“UMKM benar-benar dilibatkan. Artinya, perayaan Imlek ini berdampak langsung bagi masyarakat, terutama agar UMKM bisa naik kelas. Ini sejalan dengan visi Presiden, ekonomi harus tumbuh dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Harmoni Imlek Nasional sekaligus Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa Harmoni Imlek Nusantara 2026 mengusung semangat kolaborasi lintas budaya.
Ia menjelaskan, setiap hari perayaan menghadirkan tema berbeda yang merepresentasikan nilai Bhinneka Tunggal Ika serta memperkuat harmoni dalam keberagaman.
Melalui sinergi kebijakan pro-rakyat dan penguatan sektor UMKM dalam momentum budaya, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.



