
Menko AHY Puji Transformasi Transmigrasi 2026: Bukan Sekadar Perpindahan, Tapi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
buletin.news – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dalam merealisasikan program Transformasi Transmigrasi 2026.
Menurut Menko AHY, paradigma transmigrasi saat ini telah bergeser dari sekadar perpindahan penduduk menjadi mesin penggerak ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kementrans telah berhasil mengubah wajah transmigrasi menjadi lebih modern dan terintegrasi dengan sektor industri serta ketahanan pangan nasional,” ujar Menko AHY dalam keterangannya, Senin (23/02/2026).
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, memaparkan bahwa transmigrasi kini telah bergeser paradigma. Program ini bukan lagi sekadar perpindahan penduduk, melainkan pembangunan ekosistem ekonomi baru di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Kementrans mengusung strategi 5T sebagai pilar transformasi diantaranya Transmigrasi Tuntas berfokus pada kepastian hukum dan hak milik lahan, Transmigrasi Patriot memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan, Transmigrasi Lokal fokus pada pemberdayaan potensi penduduk setempat dan Transmigrasi Gotong Royong yakni kolaborasi lintas sektor dan investasi.
Mentrans Iftitah menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami memiliki misi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan hingga di atas 8 persen. Salah satu langkah konkret melalui ‘Transmigrasi Tuntas’ adalah pemberian sertifikat hak milik lahan di 154 kawasan melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN,” jelas Mentrans Iftitah.
Dengan kepastian hukum lahan, kawasan transmigrasi diharapkan menjadi magnet investasi baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan nasional.




