Menhut Raja Juli Antoni Pimpin Reaktivasi Militansi Rimbawan: “Hutan Adalah Benteng Kedaulatan Bangsa
Buletin.news – Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, bersama Wakil Menteri Kehutanan, memberikan sinyal tegas mengenai arah baru pengelolaan hutan nasional saat membuka Temu Nasional Rimbawan 2026 di Kampus IPB University, Bogor. Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan konsolidasi kekuatan rimbawan seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan krisis iklim dan kedaulatan ekosistem, pada Senin, 16 Februari 2026.
Mengawali agenda, Menhut memimpin langsung penanaman pohon langka dan pelepasliaran burung di Taman Hutan Kampus IPB. Aksi ini ditegaskan sebagai pernyataan perang terhadap degradasi lahan.
“Penanaman ini adalah instruksi visual. Rimbawan harus kembali ke akar, yaitu menanam dan memulihkan. Setiap pohon yang tumbuh adalah napas bagi generasi mendatang, dan setiap burung yang dilepas adalah simbol pulihnya keseimbangan alam yang sempat kita rusak,” tegas Menhut dalam arahannya.
Dalam forum strategis tersebut, Menhut Raja Juli Antoni menekankan bahwa rimbawan adalah garda terdepan, bukan hanya sekadar administrator di belakang meja.
Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung, Heru Permana, mengungkapkan bahwa kehadiran Menhut dan Wamenhut di IPB merupakan mandat kolaborasi antara eksekutif dan akademisi. Temu Nasional ini menjadi ruang bedah masalah untuk merumuskan solusi adaptif atas dinamika lingkungan yang kian kompleks.
“Menteri menginginkan langkah konkret, bukan sekadar teori. Rimbawan harus menjadi solusi, bukan bagian dari masalah tata kelola kehutanan,” ujar Heru.
Pemerintah menegaskan bahwa sektor kehutanan akan diposisikan sebagai pilar utama pembangunan nasional yang berkelanjutan. Targetnya jelas Hutan Indonesia yang lebih hijau, produktif, dan menjadi paru-paru dunia yang disegani secara internasional.
Temu Nasional Rimbawan 2026 ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas kawasan hutan dari segala bentuk perambahan dan alih fungsi lahan ilegal.




