Pangan

MAN 2 Kota Malang Belum Tersentuh Program MBG, Menko Pangan Zulhas Pastikan Segera Dibantu

Buletin.news – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan langsung ke MAN 2 Kota Malang, Selasa (24/2/2026), untuk meninjau kesiapan sekolah tersebut menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, MAN 2 Kota Malang diketahui belum mendapatkan program tersebut.

Dalam kunjungannya, Zulhas menegaskan pemerintah akan segera membantu agar MAN 2 Kota Malang dapat terakomodasi dalam program MBG sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi siswa.

“Nanti segera kita bantu agar secepatnya mendapat MBG,” ujar Zulhas kepada awak media.

Zulhas menyebut kendala utama belum tersalurkannya MBG di MAN 2 Kota Malang adalah persoalan pendataan. Ia meminta agar proses administrasi segera diselesaikan.

“Ini kan ada 1.572 siswa, jadi sudah cukup ya. Penyebab belum dapat MBG ya pendataan saja,” katanya.

Berdasarkan data sekolah, MAN 2 Kota Malang memiliki 1.572 siswa serta 208 guru dan tenaga kependidikan yang berpotensi menjadi penerima manfaat program tersebut.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyoroti masih banyaknya sekolah berbasis agama dan pondok pesantren yang belum menerima manfaat MBG.

Berdasarkan data Kementerian Agama per 28 Januari 2026, dari total 42.369 pesantren di Indonesia, baru 3.264 yang menerima manfaat MBG, sementara 39.105 lainnya belum tersentuh program.

“Banyak sekolah agama dan pondok-pondok yang belum dapat. Kita lakukan pendataan,” tegasnya.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, menyambut baik kunjungan Menko Pangan dan sosialisasi terkait pangan sehat.

“Sudah disampaikan tentang pentingnya MBG dan tujuan utamanya, termasuk aspek keamanan pangan,” ujar Samsudin.

Ia menjelaskan bahwa sekolah saat ini telah melalui proses survei awal. Setelah kunjungan Zulhas, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan wali murid untuk membahas teknis pelaksanaan program.

“Kami akan komunikasikan dengan wali murid untuk teknis berikutnya. Ini masih dalam proses lanjutan,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari percepatan implementasi program MBG, terutama di sekolah-sekolah berbasis agama yang dinilai masih membutuhkan perhatian khusus dalam aspek pendataan dan distribusi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button