
KKP Jadikan Karbon Biru Pilar Utama Nilai Ekonomi Karbon Nasional
Buletin.news – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa ekosistem karbon biru bukan sekadar instrumen pelestarian lingkungan, melainkan solusi strategis dalam implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) nasional. Langkah ini menjadi fondasi utama Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global serta mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum Ocean Climate Dialogue (OCD) 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini merupakan rangkaian menuju perhelatan internasional Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Bali mendatang.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menyampaikan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi tawar yang tinggi dalam agenda iklim global melalui aset karbon biru (mangrove, padang lamun, dan rawa payau).
“Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon telah memberikan mandat tegas kepada KKP. Kami dipercaya untuk memimpin aksi iklim di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Koswara dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (11/02/2026).
Forum OCD 2026 menjadi wadah sinkronisasi kebijakan antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sebelum dibawa ke level internasional pada OIS 2026 di Bali. KKP optimistis bahwa dengan tata kelola karbon biru yang solid, laut Indonesia akan menjadi bagian dari solusi utama perubahan iklim dunia, bukan lagi sekadar terdampak olehnya, Tutup Koswara.



