Koperasi

Kemenkop Proyeksikan Koperasi Jadi “Game Changer” Ekonomi Nasional pada 2026

Buletin.news – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memproyeksikan koperasi sebagai kekuatan baru yang akan menjadi pemecah kebuntuan (game changer) bagi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan dukungan kebijakan pemerintah saat ini, koperasi bertransformasi menjadi entitas bisnis modern yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop, Herbert Siagian, dalam forum Business dan Legal Outlook 2026 yang digelar di Jakarta Selatan pada Senin, (16/02/2026).

Herbert menjelaskan bahwa tantangan ekonomi tahun 2026 kian kompleks akibat tekanan geopolitik, volatilitas suku bunga, serta percepatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini memaksa pelaku usaha untuk meninggalkan strategi konvensional yang kaku.

“Untuk mengatasi banyaknya perubahan, pelaku bisnis tidak bisa hanya terpaku pada satu strategi. Di tahun 2026 dan seterusnya, akan muncul kembali pemain lama dengan gaya baru, yaitu koperasi. Koperasi akan menjadi game changer dengan dukungan penuh pemerintah,” ujar Herbert.

Forum yang diinisiasi oleh ET-Asia bersama HIPMI Jaya ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyinkronkan arah kebijakan bisnis. Direktur Operasional ET-Asia, Deasy Widiantie, menyebutkan bahwa pelaku usaha saat ini membutuhkan ruang refleksi untuk membaca risiko agar keputusan yang diambil lebih terukur.

Senada dengan hal itu, Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menekankan pentingnya inklusivitas antara korporasi besar dan sektor kerakyatan. BUMN tidak boleh bekerja sendiri dan harus menjadi engine of growth yang menggandeng sektor lain untuk menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan sumber daya alam dengan komitmen lingkungan.

Selain isu ekonomi makro, forum ini menyoroti kesiapan regulasi Indonesia dalam menghadapi era digital. Joddy Mulyasetya P. dari Legal Next Attorneys at Law mengingatkan bahwa perkembangan AI menuntut tata kelola dan kepatuhan hukum yang lebih matang agar tidak menjadi bumerang bagi perusahaan.

Sementara itu, praktisi hukum Radian Syam mengapresiasi sistem tata kelola pemerintah saat ini yang dinilai semakin kuat. Mengutip pesan Bung Hatta, ia menegaskan bahwa jatuh bangunnya ekonomi sangat bergantung pada kekuatan bangsanya sendiri dalam membangun sistem yang tangguh.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button