Pariwisata

Infrastruktur dan Konektivitas Digenjot, Pariwisata Petualangan Indonesia Bidik 17 Juta Wisman

Buletin.news – Pemerintah memperkuat fondasi pengembangan pariwisata nasional melalui percepatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, seiring dorongan peningkatan kualitas keamanan dan keselamatan wisata, khususnya pada sektor wisata petualangan dan luar ruang.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, saat membuka Deep and Extreme Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengembangan wisata berbasis alam. Sejak 2025, Kementerian Pariwisata telah memperkuat upaya tersebut melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata serta pelaku industri pariwisata outdoor.

Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus mendongkrak capaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 17 juta pada 2026. Sebagai perbandingan, Indonesia mencatatkan 15,4 juta kunjungan wisman pada tahun sebelumnya.

“Ini adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata adventure kelas dunia,” ujar Ni Luh.

Partisipasi aktif Kementerian Pariwisata dalam DXI 2026 ditunjukkan melalui kehadiran booth Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi yang menampilkan beragam pelaku industri pariwisata nasional, mulai dari sektor bahari hingga petualangan luar ruang.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah untuk membuka akses menuju destinasi unggulan.

Menurutnya, banyak potensi pariwisata Indonesia yang belum optimal karena keterbatasan aksesibilitas.

“Saya berkomitmen mendorong agar sektor pariwisata, termasuk wisata bahari, didukung kesiapan infrastruktur dan konektivitas. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci menghadirkan fasilitas yang memadai,” ujar AHY.

DXI 2026 yang telah memasuki penyelenggaraan ke-18 menghadirkan ekosistem industri wisata petualangan secara komprehensif. Berbagai segmen ditampilkan, mulai dari peralatan diving, wisata bahari, hingga komunitas outdoor.

Pameran ini juga diramaikan dengan beragam program interaktif seperti Diving and Underwater Experience, Adventure and Outdoor Activities, serta Family Kids Activities.

Selain itu, sejumlah kompetisi turut digelar, antara lain Underwater Mermaid Competition, Underwater Photo Competition, Underwater Dance Competition, hingga Adventure Shootout Competition.

Mengusung tema DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration, DXI 2026 yang berlangsung pada 23–26 April 2026 menjadi ajang strategis untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan industri wisata petualangan, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button