
Buletin.news – Di tengah gejolak ekonomi dunia yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah serta fluktuasi nilai tukar dolar AS, Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan pasar domestik. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa peningkatan konsumsi produk lokal adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari tekanan eksternal.
Dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Senin (2/3), Maman mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia sejatinya terletak pada daya beli masyarakatnya sendiri. Mengacu pada data makroekonomi, konsumsi domestik menyumbang sekitar 50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, mengarahkan pengeluaran masyarakat ke produk-produk UMKM menjadi langkah mitigasi yang paling strategis saat ini.
Namun, Menteri Maman mengingatkan bahwa upaya memperkuat UMKM tidak akan membuahkan hasil jika pasar dalam negeri masih dibanjiri oleh barang impor ilegal. Ia menyoroti fenomena harga barang selundupan yang tidak masuk akal, yang seringkali mematikan daya saing produk perajin dan pengusaha lokal.
”Akses pembiayaan dan modal yang diberikan pemerintah akan menjadi sia-sia jika pelaku UMKM tidak bisa menjual produknya karena pasar dirusak oleh barang impor ilegal. Kita harus mensterilkan pasar domestik dari praktik-praktik curang tersebut,” tegas Maman.
Pemerintah saat ini tengah mengintensifkan koordinasi lintas kementerian untuk membenahi tata kelola perdagangan dan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk barang. Langkah ini diambil bukan untuk menutup diri dari perdagangan internasional, melainkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang adil bagi pelaku usaha kecil di tanah air.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, yang turut hadir dalam forum tersebut, menilai bahwa optimisme dan langkah mitigasi yang terukur adalah modal penting menghadapi dinamika global. Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang tumbuh besar jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi mengamankan pasar dalam negeri.
Menteri Maman juga mengimbau agar semua pihak berhenti saling menyalahkan terkait maraknya barang impor dan mulai membangun kesadaran kolektif untuk membela produk bangsa sendiri. Dengan menjaga pasar tetap sehat dan mengutamakan produk lokal, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan di masa sulit, tetapi juga menjadi pilar kemandirian ekonomi yang tangguh.




