
DPR Pertanyakan Strategi Tiap Kenaikan Minyak US$ 1 Berpotensi Sedot Dana Rp 6,7 Triliun
Buletin.news – Peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah membawa angin panas bagi ketahanan fiskal Indonesia. Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, memberikan peringatan keras terkait kerentanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap fluktuasi harga minyak mentah global yang saat ini terus merangkak naik.
Kerentanan ini bukan tanpa alasan. Eric menjelaskan bahwa setiap kali harga minyak dunia mengalami kenaikan sebesar US$ 1 per barel, pemerintah terpaksa harus mengeluarkan tambahan dana hingga Rp 6,7 triliun. Dana jumbo tersebut dialokasikan untuk menambal selisih biaya energi demi menjaga stabilitas harga bahan bakar di pasar domestik, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi.
Masalah utama muncul ketika kita melihat asumsi dasar makroekonomi pada APBN 2026. Saat ini, harga minyak dipatok pada kisaran US$ 70 per barel. Eric memaparkan skenario terburuk jika harga minyak dunia terus terdorong oleh konflik dan melesat hingga menembus US$ 100 per barel. Selisih kenaikan sebesar US$ 30 dari asumsi awal tersebut akan memicu tambahan beban fiskal yang luar biasa besar, yakni mencapai angka Rp 201 triliun.
Loncatan beban anggaran yang instan ini dinilai sebagai guncangan finansial serius yang berpotensi merusak postur keuangan negara. Pembengkakan belanja subsidi energi yang tak terkendali bisa menempatkan Indonesia pada posisi berisiko melanggar batas hukum defisit APBN. Jika dibiarkan, pemerintah akan dipaksa melakukan realokasi dana besar-besaran yang berpotensi mengorbankan program-program prioritas lainnya.
Sebagai solusi mitigasi, Eric mendesak pemerintah untuk segera menerapkan strategi fleksibilitas substitusi pasokan. Ia menyarankan agar Indonesia lebih proaktif mencari alternatif sumber minyak dari vendor di wilayah lain yang lebih stabil secara politik, seperti negara-negara di kawasan Afrika, Asia, maupun Amerika Serikat, agar roda ekonomi nasional tidak tersandera oleh gangguan rantai pasok dari satu kawasan saja.



