Pertanian

Cetak Petani Milenial, Mentan Amran Targetkan 25 Juta Anggota Pramuka Tanam 250 Juta Pohon

Buletin.news – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menggandeng Gerakan Pramuka sebagai kekuatan strategis untuk mempercepat regenerasi petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui Satuan Karya (Saka) Tarunabumi, jutaan anggota Pramuka di seluruh Indonesia akan digerakkan untuk terjun langsung ke sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan gerakan riil untuk membangun kedaulatan pangan dari akar rumput.

“Kita tidak ingin kegiatan yang simbolis. Kita ingin gerakan riil yang manfaatnya dirasakan bangsa. Dengan jumlah anggota Pramuka sekitar 25 juta orang, jika satu orang menanam 10 pohon saja, itu sudah 250 juta pohon. Jika konsisten dilakukan 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia,” ujar Amran dalam Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Tarunabumi Masa Bakti 2025–2028 di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Mentan mendorong anggota Pramuka untuk menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kelapa, kakao, kopi, mente, dan durian. Selain itu, cabai menjadi fokus utama untuk ditanam di pekarangan rumah sebagai langkah menekan inflasi pangan, mencontoh keberhasilan di Provinsi Gorontalo.

Setiap tanggal 14 Agustus, yang bertepatan dengan Hari Pramuka, akan ditetapkan sebagai momentum gerakan tanam pohon serentak secara nasional oleh seluruh anggota Pramuka.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung agenda kedaulatan pangan ini. Menurutnya, jaringan Pramuka yang mencapai tingkat desa menjadi modal kuat untuk melakukan pendampingan pertanian secara masif.

“Ini bukan hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga membangun generasi muda petani yang profesional dan modern. Kami akan mendorong pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan secara produktif,” tegas Budi Waseso.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa penguatan Saka Tarunabumi adalah bagian dari strategi penciptaan petani muda profesional. Pembinaan ini mengintegrasikan keterampilan teknis pertanian dengan karakter disiplin dan integritas kepramukaan.

Pemerintah optimistis, kolaborasi lintas lembaga ini akan mempercepat pencapaian swasembada pangan dan memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui regenerasi petani yang terarah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button