
Bidik Transaksi Rp 48 Miliar, Indonesia Pikat Pasar India di OTM Mumbai 2026
Buletin.news – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara agresif memperkuat penetrasi di pasar Asia Selatan dengan hadir di Outbound Travel Mart (OTM) 2026. Berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai (5–7 Februari 2026), Indonesia membawa misi besar, mengamankan potensi transaksi sebesar Rp.48 miliar dari pasar India.
Sebanyak 30 pelaku industri pariwisata papan atas mulai dari Destination Management Company (DMC), jaringan hotel, hingga pengelola atraksi diterjunkan untuk memikat sekitar 40.000 wisatawan India melalui ajang perdagangan pariwisata terbesar di Asia ini.
Langkah Indonesia di OTM 2026 langsung membuahkan hasil membanggakan. Pada hari pertama, Paviliun Indonesia sukses menyabet penghargaan Tourism Excellence Awards dari OA Globe DMC. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Indonesia dalam membangun kesadaran destinasi (destination awareness) yang kuat di mata publik India.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian tahun ini.
“Kami memproyeksikan pertumbuhan signifikan. Jika pada OTM 2024 kita mencatat transaksi Rp40,7 miliar, tahun ini kami menargetkan Rp 48 miliar. Kolaborasi erat dengan industri adalah kunci untuk mencapai angka tersebut,” ujar Made.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I, Dedi Ahmad Kurnia, menambahkan bahwa dengan populasi India yang mencapai 1,47 miliar jiwa, peluang Indonesia masih sangat terbuka lebar. “Kehadiran kita di OTM bukan sekadar promosi, tapi memperkuat branding Wonderful Indonesia sebagai pilihan utama di tengah persaingan global,” tegasnya.
Kesuksesan misi ini didukung penuh oleh KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai. Sinergi ini memastikan bahwa promosi pariwisata tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga membangun kemitraan strategis jangka panjang yang selaras dengan target pembangunan pariwisata berkelanjutan.




