Gizi

Bedah Postur Rp 268 T Badan Gizi 2026: Investasi Gizi Skala Besar, Biaya Manajemen Minim

Buletin.news – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memaparkan rincian penggunaan anggaran tahun 2026 yang melonjak drastis menjadi Rp 268 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar Rp 50,1 triliun dari pagu indikatif awal sebesar Rp 217,8 triliun.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa struktur anggaran 2026 dirancang sangat efisien. Sebanyak 95,4% atau Rp 255,5 triliun dialokasikan khusus untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional, sementara sisanya hanya 4,6% yang digunakan untuk dukungan manajemen.

Dadan menjelaskan bahwa belanja barang mendominasi postur anggaran sebesar 97,7%, yang mencerminkan fokus pada eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. “Hanya 2,9% yang digunakan untuk operasional, sementara 97,1% murni untuk non-operasional atau penyaluran manfaat,” jelasnya.

Selain itu, BGN mengalokasikan Rp 3,1 triliun untuk digitalisasi guna memastikan program tepat sasaran, serta Rp 700 miliar bagi BPOM untuk pengawasan kualitas makanan. Sinergi data juga diperkuat dengan alokasi Rp 412,5 miliar untuk integrasi data bersama Kemenkes dan BPS.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button