Bawa Napas Maluku Utara ke Jakarta, Gubernur Sherly Tjoanda Dorong UMKM Go Global
Buletin.news – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka Festival UMKM Maluku Utara (Malut) yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada hari ini, Minggu (15/2/2026). Kehadiran Gubernur Sherly disambut meriah dengan atraksi budaya Tarian Soya-soya yang melambangkan semangat pantang menyerah rakyat Maluku Utara.
Acara ini menjadi panggung strategis bagi produk unggulan daerah, mulai dari wastra legendaris Tenun Tidore Puta Dino Kayangan, aneka kuliner khas, hingga produk kreatif kaos hasil karya mahasiswa Maluku Utara di Jakarta.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menekankan bahwa festival ini bukan sekadar pameran dagang, melainkan jembatan budaya dan ekonomi memperkenalkan potensi “Bumi Al-Mulk” kepada pasar nasional dan internasional.
“Hari ini kita membawa napas Maluku Utara ke jantung ibu kota. Produk yang Bapak dan Ibu lihat di sini, seperti Puta Dino Kayangan, bukan sekadar kain, tapi adalah harga diri dan sejarah kita. Saya ingin UMKM Maluku Utara tidak hanya jago di kandang, tapi berani bersaing di pasar global,” tegas Gubernur Sherly di hadapan para pengunjung dan pelaku usaha.
Gubernur Sherly juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh dalam memberikan intervensi nyata bagi pelaku usaha mikro.
“Kami menyadari bahwa tantangan terbesar adalah akses pasar dan standarisasi. Melalui festival di Jakarta ini, kita memotong jalur birokrasi pasar sehingga pembeli di Jakarta bisa langsung berinteraksi dengan pengrajin kita. Saya pastikan, Pemprov akan terus mengawal mulai dari permodalan hingga digitalisasi melalui program Sapa UMKM,” tambahnya.
Hal yang menarik dalam kunjungan kali ini adalah perhatian Gubernur terhadap produk kaos kreatif karya mahasiswa. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam sektor UMKM adalah sinyal positif bagi masa depan ekonomi Maluku Utara.
“Saya bangga melihat adik-adik mahasiswa tidak hanya belajar, tapi juga berwirausaha. Kreativitas mereka dalam mengolah identitas lokal menjadi produk kekinian adalah kunci agar UMKM kita tetap relevan dengan zaman,” ujar Sherly sambil mengamati detail desain kaos tersebut.
Festival yang berlangsung meriah ini diharapkan dapat mencetak transaksi yang signifikan serta membangun jejaring bisnis (business matching) antara pelaku UMKM Maluku Utara dengan investor serta distributor di Jakarta.
“Mari kita tunjukkan bahwa Maluku Utara adalah provinsi yang kaya, bukan hanya sumber daya alamnya, tapi juga kreativitas manusianya,” pungkas Gubernur Sherly menutup sambutannya.




