Aksi Nyata Presiden Prabowo Jelang Ramadan: Dari Ketahanan Gizi hingga Stimulus Ekonomi
Buletin.news – Memasuki pekan kedua Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mengonsolidasikan kekuatan nasional. Fokus utama Pemerintah pekan ini mencakup penguatan gizi masyarakat, peluncuran stimulus ekonomi menjelang Ramadan dan Idul fitri, hingga percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4–5,6% pada tahun 2026.
Pada Jumat (13/2/2026), Presiden meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan nasional. Program Makan Bergizi Gratis kini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat.
Menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar, Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 senilai lebih dari Rp12 triliun, mulai dari subsidi transportasi dari anggaran Rp 911,16 miliar dialokasikan untuk diskon tiket moda darat, laut, dan udara, bantuan pangan untuk penyaluran beras dan minyak goreng menyasar 35,04 juta keluarga (KPM) dengan total anggaran Rp11,92 triliun dan fleksibilitas kerja, kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari diterapkan untuk mengurai kepadatan mobilitas sekaligus mendukung efisiensi.
Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar Danantara, Presiden memaparkan arah kebijakan ekonomi yang fokus pada sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi. Kolaborasi pengusaha melalui pertemuan dengan APINDO, Presiden menekankan semangat “Indonesia Incorporated” sinergi antara pemerintah dan swasta untuk menciptakan lapangan kerja luas.
Tugas setiap pemerintah di seluruh dunia adalah berjuang memberi kehidupan layak bagi rakyatnya,” tegas Presiden.
Menutup rangkaian agenda, Presiden menyempatkan diri bersilaturahmi dan bermaaf-maafan dengan pegawai Sekretariat Kabinet. Sebuah simbol kesiapan batin menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kerja yang baru.



