Eksekutif

Akselerasi Program Makan Bergizi Gratis: Serap Rp36,6 Triliun APBN per 21 Februari 2026

Buletin.news – Realisasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan tren kenaikan yang signifikan di awal tahun 2026. Kementerian Keuangan mencatat, hingga 21 Februari 2026, anggaran negara yang telah terserap untuk program ini mencapai Rp.36,6 triliun.

Angka tersebut setara dengan 10,9 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dialokasikan untuk MBG sebesar Rp335 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, dalam konferensi pers APBN KiTa edisi di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (24/02/2026), mengungkapkan bahwa serapan anggaran ini berbanding lurus dengan masifnya perluasan jangkauan penerima manfaat di seluruh pelosok tanah air.

Hingga 21 Februari 2026, program MBG telah menjangkau 60,24 juta penerima. Angka ini menunjukkan kenaikan pesat jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 53,8 juta penerima.

“Ini adalah angka posisi terakhir 21 Februari 2026. Terjadi peningkatan signifikan dari akhir 2025 yang sebanyak 53,8 juta orang, kini sudah menyentuh 60,24 juta penerima,” jelas Suahasil.

Kecepatan distribusi ini didukung oleh infrastruktur yang semakin solid. Saat ini, terdapat 23.678 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Sebagai perbandingan, pada 31 Januari 2025, program ini baru menjangkau 549.669 orang melalui 246 SPPG.

“Sebaran dari penerima MBG ada di seluruh Indonesia, itu poin utama yang ingin kami sampaikan. Program ini tidak lagi terkonsentrasi di satu titik, melainkan sudah menjangkau nasional,” tambahnya.

Masifnya penyaluran anggaran MBG juga memberikan dampak domino pada realisasi belanja negara. Pergerakan anggaran MBG tergolong sangat cepat; di mana pada Januari 2026 realisasinya sebesar Rp.19,5 triliun, kemudian melesat menjadi Rp.36,6 triliun hanya dalam kurun waktu tiga minggu berikutnya.

Hal ini turut mendorong total belanja barang pada Januari 2026 yang terealisasi sebesar Rp.25,9 triliun secara keseluruhan. “Peningkatan belanja barang ini utamanya dipicu oleh operasional Makan Bergizi Gratis yang terus berlangsung secara berkelanjutan,” tutup Suahasil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button