
Buletin.news – Bagi sebagian orang, menyatukan sup jahe yang panas membara dengan dinginnya es batu terdengar seperti sebuah kontradiksi yang aneh. Namun, di tangan para maestro kuliner Jawa Barat dan Jakarta, ide gila ini bertransformasi menjadi salah satu hidangan penutup cair (dessert) paling menarik dan dicari bernama Es Sekoteng atau Wedang Sekoteng versi es. Mengapa perpaduan ekstrem ini bisa terasa begitu menyenangkan di lidah?
Sensasi magisnya terjadi karena dualisme suhu tersebut. Kuah dasarnya adalah rebusan air jahe emprit yang pedas hangat bersama gula pasir dan daun pandan. Di dalam mangkuk, kuah pedas hangat ini menyiram barisan isian bertekstur ramai: biji delima (pacar cina) yang kenyal, kacang hijau rebus, potongan roti tawar, dan kacang tanah goreng yang renyah gurih. Ketika es batu dimasukkan dan susu kental manis dikucurkan, terjadi tarian rasa pedas jahe yang menghangatkan dada berpadu rasa dingin manis kelapa susu yang menyegarkan mulut secara simultan—sebuah pengalaman rasa yang sangat unik untuk semua umur.
Resep Es Sekoteng (1 Porsi)
Bahan Kuah Jahe: 200ml air, 2 cm jahe emprit (bakar, memarkan), 2 sdm gula pasir, 1 lembar daun pandan (rebus semua hingga mendidih dan rasa pedas jahe keluar).
Bahan Isian: 1 sdm pacar cina/biji delima rebus, 1 sdm kacang hijau rebus, lembar roti tawar (potong dadu), 1 sdm kacang tanah goreng polos, susu kental manis, es batu secukupnya.
Cara Membuat:
Siapkan mangkuk saji kecil. Tata pacar cina, kacang hijau rebus, dan potongan roti tawar di dasar mangkuk.
Tuangkan kuah jahe manis yang masih hangat kuku hingga setengah tinggi mangkuk.
Masukkan es batu secukupnya, taburi bagian atasnya dengan kacang tanah goreng renyah, lalu beri kucuran susu kental manis putih sesuai selera. Sajikan segera.




