Olahraga

Horseback Archery League 2026 Digelar di Lampung, KONI Optimistis Cetak Atlet Emas Menuju PON 2028–2032

Buletin.news – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia Berkuda Memanah Lampung sukses menggelar ajang Horseback Archery League 2026 di Octavian Equestrian Centre, Sabtu (25/4/2026). Kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet berkuda memanah di daerah sekaligus menatap target besar di level nasional.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.

“Kejuaraan ini sangat baik sebagai sarana uji kemampuan atlet sekaligus bagian dari persiapan menuju PON 2028. Kita berharap dari sini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Taufik juga mengungkapkan bahwa cabang olahraga berkuda Lampung telah menunjukkan progres positif. Pada gelaran PON sebelumnya, atlet Lampung berhasil menyumbangkan medali perak sebuah capaian yang menjadi pijakan untuk target lebih tinggi ke depan.

Dengan rencana Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032, KONI Lampung menargetkan lonjakan prestasi signifikan, termasuk raihan medali emas dari cabang berkuda.

“Masih ada waktu sekitar enam tahun untuk mempersiapkan atlet secara matang. Kami optimistis berkuda bisa menjadi salah satu lumbung medali emas. Selain itu, kami juga merencanakan pembangunan fasilitas latihan berkuda untuk menunjang pembinaan atlet,” tegasnya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung, Meiry Hairika. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga, khususnya berkuda memanah.

“Bapak Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan atlet. Kami berharap atlet-atlet berkuda memanah Lampung mampu meraih prestasi di ajang yang lebih tinggi seperti PON,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Fiko Octavian, menjelaskan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni memanah di atas kuda (horseback archery) pada hari pertama dan kelas shooting pada hari kedua.

Sebanyak 228 peserta turut ambil bagian dalam kompetisi ini, berasal dari berbagai daerah seperti Banten, Palembang, dan Lampung. Antusiasme tinggi peserta menjadi sinyal positif berkembangnya olahraga berkuda memanah di Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas tingginya partisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga ini semakin diminati. Kami berharap para atlet dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan terus meningkatkan prestasi ke level yang lebih tinggi,” ujar Fiko.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa Octavian Equestrian Centre tidak hanya menjadi lokasi kejuaraan, tetapi juga pusat pelatihan yang terbuka bagi atlet maupun masyarakat umum. Fasilitas yang tersedia mencakup arena indoor dan outdoor, serta dukungan pelatih profesional bagi pemula hingga atlet berpengalaman.

Dengan sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan komunitas, kejuaraan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak atlet berkuda memanah yang kompetitif, sekaligus mengharumkan nama Lampung di pentas olahraga nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button