
Lai Chau Pacu Pertanian Hijau Berbasis Komoditas dan Tanaman Obat, Bidik Jadi Model Nasional Ekonomi Berkelanjutan
Buletin.news – Provinsi Lai Chau menegaskan ambisinya menjadi percontohan nasional dalam pengembangan pertanian komersial dan tanaman obat berbasis ekonomi hijau. Komitmen ini ditegaskan dalam konferensi bertajuk “Mengembangkan Pertanian Komersial dan Tanaman Obat Menuju Ekonomi Hijau” yang digelar bersama Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam, Kamis (24/4/2026).
Konferensi tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan penting, termasuk Wakil Menteri Nguyen Quoc Tri, serta pimpinan daerah, organisasi internasional seperti GIZ dan Oxfam, hingga pelaku usaha dan lembaga keuangan.
Ketua Komite Rakyat Provinsi Lai Chau, Ha Quang Trung, menegaskan bahwa wilayahnya memiliki keunggulan strategis dari sisi geografis, kekayaan hutan, serta keanekaragaman hayati yang mendukung pengembangan pertanian bernilai tinggi dan tanaman obat.
“Pengembangan pertanian komersial dan tanaman obat berbasis ekonomi hijau menjadi terobosan utama periode 2025–2030,” ujarnya.
Dengan luas wilayah lebih dari 9.000 km² dan tutupan hutan di atas 53 persen, Lai Chau dinilai memiliki fondasi kuat untuk mengembangkan komoditas unggulan seperti teh, padi khusus, ikan air dingin, hingga tanaman obat langka bernilai ekonomi tinggi.
Hingga akhir 2025, provinsi ini telah mencatat kemajuan signifikan, di antaranya ratusan hektare lahan bersertifikasi standar keamanan pangan seperti VietGAP dan organik, penerapan pertanian ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah peternakan berbasis biogas.
Ke depan, melalui Resolusi 2026–2030, Lai Chau menargetkan pengembangan besar-besaran, antara lain:
2.500 hektare teh hijau dan organik
1.500 hektare padi komersial berstandar tinggi
3.000 hektare kawasan budidaya ginseng
2.500 hektare buah-buahan terintegrasi
Ekspansi peternakan modern dan budidaya lebah intensif
Wakil Menteri Nguyen Quoc Tri menilai langkah Lai Chau sudah tepat dan strategis, dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, praktik lapangan, serta kebutuhan pasar.
“Pengembangan tidak boleh sporadis. Harus fokus, terarah, dan berbasis rantai nilai dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan hilirisasi, pembangunan merek, serta integrasi sektor pertanian dengan ekowisata dan layanan kesehatan berbasis tanaman obat.
Konferensi ini turut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk penandatanganan nota kesepahaman dengan berbagai mitra serta persetujuan investasi untuk proyek strategis seperti pengembangan hutan produksi, budidaya tanaman obat, dan peternakan berteknologi tinggi.
Dengan dukungan pemerintah pusat, investor, dan komunitas ilmiah, Lai Chau optimistis mampu menjadi model unggulan kawasan pegunungan utara Vietnam dalam membangun pertanian hijau yang berkelanjutan, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing global.



