Pertanian

Gilas Koruptor dan Perkuat Hilirisasi, Mentan Amran Gandeng Aktivis Mahasiswa Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Buletin.news – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk membangun kedaulatan pangan berbasis ekonomi kerakyatan dengan melibatkan generasi muda secara masif. Dalam audiensi bersama berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan nasional di Kantor Kementan, Kamis (19/2/2026), Mentan mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam program Brigade Pangan dan Hilirisasi Pertanian.

Adapun organisasi yang hadir dalam kolaborasi ini meliputi GMNI, KAMMI, BKPRMI, PII, PATANI, KOHATI, dan HMI.

Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak boleh lagi hanya dinikmati segelintir kelompok. Ia menginstruksikan agar seluruh program strategis, mulai dari cetak sawah hingga pengembangan perkebunan, dijalankan secara bersih dan profesional.

“Semua ikut bantu negara. Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat. Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas,” tegas Mentan Amran di hadapan para tokoh aktivis mahasiswa.

Mentan juga menyoroti pentingnya hilirisasi agar petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah dengan harga murah. Ia memberi contoh ekstrem pada komoditas kelapa. “Kelapa mentah hanya Rp1.300 per kilogram. Tapi jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya melonjak drastis hingga Rp145.000 per kilogram. Kita tidak boleh lagi hanya ekspor bahan mentah. Ini kesempatan emas menguasai ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menambahkan bahwa sektor pertanian harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan. “Jangan sampai porsi rakyat kecil dimakan konglomerasi. Ini yang harus kita perjuangkan bersama adik-adik mahasiswa” .

Gayung bersambut, Ketua Umum KAMMI, Jundi, melaporkan bahwa kadernya telah berhasil menjalankan Brigade Pangan di Kalimantan Barat dengan produktivitas mencapai 5 ton per hektare. Selain itu, kelompok peternak ayam binaan mahasiswa juga mulai menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mentan Amran mengajak para kader mahasiswa di daerah untuk segera mendata lahan pertanian milik masyarakat, sekecil apa pun ukurannya.
“Kalau ada yang punya 0,5 hektare sampai 2 hektare, segera daftarkan. Kita bergandengan tangan. Ini perjuangan bersama untuk swasembada berkelanjutan,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button