
Menhut Siapkan 4.778 Hektar Lahan Relokasi untuk Korban Bencana di Sumatera
Buletin.news – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pasca-banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kemenhut telah mengidentifikasi 4.778 hektar lahan potensial di dalam kawasan hutan untuk merelokasi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Langkah ini disampaikan Menhut dalam Rapat Koordinasi Lanjutan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Wilayah Sumatera, Jakarta, Senin (26/01/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menko PMK Pratikno dan Mendagri Tito Karnavian.
“Skema yang paling realistis dan cepat adalah melalui Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), yang nantinya bisa dilanjutkan dengan pelepasan kawasan untuk kepentingan permanen masyarakat,” ujar Raja Juli Antoni. Ia menjamin proses birokrasi akan dilakukan secara kilat begitu ada permohonan resmi dari pemerintah daerah atau kementerian terkait.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Kemenhut juga mengeluarkan kebijakan khusus mengenai pemanfaatan material kayu sisa bencana. Sesuai Kepmenhut No. 863/2025, kayu hanyutan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa biaya untuk keperluan, pembangunan hunian sementara (Huntara), perbaikan fasilitas umum dan jembatan serta pembangunan kembali rumah warga.
“Untuk pemanfaatan non-komersial, diperbolehkan langsung. Namun, bagi pihak yang ingin memanfaatkan secara komersial (industri/BUMD), harus tetap melalui penatausahaan yang tertib agar tidak ada persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Menhut.
Selain penyediaan lahan, Kemenhut telah mengerahkan 38 unit alat berat serta personel Manggala Agni untuk membersihkan sedimen kayu di titik kritis, seperti perbatasan Aceh Timur Aceh Utara, Batang Toru (Sumut), dan beberapa titik di Sumatera Barat.
Dalam upaya pemulihan sosial, Kemenhut juga menggandeng BNPB dan lembaga nirlaba seperti Rumah Zakat untuk mempercepat pembangunan Huntara yang saat ini sudah mulai direalisasikan di beberapa titik terdampak.
“Kami memastikan pemulihan dilakukan secara terencana agar wilayah terdampak tidak hanya pulih, tapi lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan,” tutup Raja Juli Antoni.



