Transmigrasi

Bukan Sekadar Pindah Penduduk, Mentrans Iftitah Fokus Revitalisasi dan Transformasi Ekonomi di 2026.

Buletin.news –menetapkan tahun 2026 sebagai tahun Revitalisasi dan Transformasi. Strategi ganda ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus mengamankan masa depan ekonomi kawasan transmigrasi.

Program ini merupakan buah pemikiran dari riset 400 tim Ekspedisi Patriot. Tahun ini, tim tersebut naik kelas dengan fokus pada pendampingan masyarakat dan memastikan lahan transmigrasi berstatus clean and clear. Hal ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan nilai tawar lahan di mata investor.

Pada sisi transformasi, tim Ekspedisi Patriot akan menghasilkan produk Feasibility Studies (FS) Ready to Offer. Dokumen studi kelayakan ini akan ditawarkan kepada investor domestik maupun mancanegara guna membuka kran investasi berskala besar di kawasan transmigrasi.

Salah satu program unggulan (flagship) tahun ini adalah pengiriman 1.000 SDM unggul ke pelosok kawasan. Bukan sekadar memberikan beasiswa S2, fokus utamanya adalah menempatkan mereka sebagai arsitek ekonomi di lapangan.

“Fokus kami bukan pada pendidikannya, melainkan hadirnya manusia unggul yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di lokasi transmigrasi,” jelasnya.

Kementerian Transmigrasi mengelola pagu anggaran 2026 sebesar Rp1,9 triliun. Alokasinya terdiri dari Rp1,3 Triliun untuk program teknis penguatan pembangunan kawasan, dan Rp564 Miliar sebagai dukungan manajemen.

Sadar akan keterbatasan APBN, Iftitah menegaskan akan mendorong sumber pendanaan alternatif. Industrialisasi di kawasan transmigrasi serta optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi target utama untuk mendukung kemandirian pendanaan di masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button