
Menteri Transmigrasi: Kampus Patriot di Sigi Hadir untuk Cetak SDM yang Membangun Ekonomi Inklusif
Buletin.news – Menteri Transmigrasi RI, Iftitah Sulaiman Suryanagara, meninjau langsung lahan seluas 5 hektare di kawasan transmigrasi Oloboju, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/2). Lokasi ini diproyeksikan menjadi titik berdirinya Kampus Patriot, sebuah pusat pembelajaran inovatif bagi penerima beasiswa S2 dari tujuh universitas ternama di Indonesia.
Iftitah menjelaskan bahwa Kampus Patriot didesain untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas sosial. Mahasiswa dari UI, UGM, ITB, IPB, Unpad, Undip, dan ITS nantinya tidak akan berkuliah di kampus utama, melainkan menetap di kawasan transmigrasi.
“Tujuannya agar dunia kampus melekat dengan dunia nyata. Jika bicara pengentasan kemiskinan, mereka tidak lagi di ruang simulator, tapi langsung di lapangan,” tegas Iftitah kepada media.
Ada yang unik dari pembangunan kampus ini. Alih-alih gedung permanen, pemerintah akan menggunakan konsep modular box yang dapat dibongkar pasang. Konsep ini memungkinkan kampus untuk “berpindah” ke lokasi lain jika masyarakat di wilayah tersebut sudah dianggap mandiri dan berdaya.
Proyek ambisius ini didukung dengan proyeksi anggaran mencapai Rp500 miliar, yang mencakup pembangunan fisik hingga beasiswa untuk 1.000 Patriot. Pembangunan rencananya akan dimulai pada awal tahun 2026.
Iftitah berharap kehadiran para mahasiswa ini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah. “Para patriot ini akan melakukan pendampingan agar masyarakat lokal siap kerja. Kita tidak ingin ada industri yang tidak menyerap tenaga kerja lokal. Masyarakat harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tutupnya




