
Bangkitkan Ekonomi Sumatra, Pemerintah Siapkan Relaksasi Kredit dan Klinik UMKM di Wilayah Bencana
Buletin.news – Pemerintah secara resmi memulai langkah masif untuk memulihkan denyut nadi ekonomi di wilayah terdampak bencana melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama pemulihan ini menyasar tiga provinsi terdampak di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan dimulainya tahap rekonstruksi pada awal Januari 2026.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa langkah awal dilakukan dengan mengaktivasi kembali pasar-pasar rakyat serta membersihkan tempat usaha warga secara bergotong royong. Hal ini dilakukan agar rantai distribusi dan aktivitas jual-beli masyarakat bisa segera berjalan normal kembali. Berdasarkan pendataan terkini, tercatat ada sekitar 2,3 juta pelaku UMKM yang terdampak di tiga provinsi tersebut.
Untuk mempercepat proses ini, pemerintah telah menyiapkan delapan titik “Klinik UMKM Bangkit” yang tersebar mulai dari Banda Aceh hingga Padang. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat layanan bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan agar mereka bisa kembali berproduksi dan memasarkan produknya.
Kabar baik juga datang bagi para debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Maman memastikan adanya kebijakan relaksasi kredit bagi lebih dari 200.000 pelaku UMKM yang tercatat memiliki pinjaman. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mereka sehingga fokus usaha bisa beralih pada pemulihan produksi, bukan terbebani oleh tagihan di tengah masa sulit.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa pemulihan ini dilakukan secara lintas kementerian. Selain perbaikan fisik, pemerintah juga menerapkan program padat karya melalui skema cash for work. Melalui program ini, masyarakat setempat dilibatkan langsung dalam proses rehabilitasi wilayahnya sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sinergi antara pemberian bantuan modal, relaksasi kredit, dan perbaikan sarana pasar diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mengembalikan stabilitas ekonomi masyarakat di Sumatra pascabencana. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan agar program pemberdayaan ini berjalan efektif dan tepat sasaran.



