
Gaji Guru Honorer Masih Jauh dari Layak, Negara Harus Hadir
Buletin.news – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai kesejahteraan guru, terutama guru honorer, masih berada dalam kondisi memprihatinkan. Banyak guru honorer yang menerima upah di bawah Rp500 ribu per bulan, bahkan ada yang menerima gaji secara tidak menentu dan mengalami pemotongan upah.
“Kita harus jujur mengakui bahwa kesejahteraan guru kita hari ini masih jauh dari harapan. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak sebanding dengan peran besar guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Lalu Hadrian, Minggu (25/1).
Lalu Hadrian menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini sebesar Rp3.500 triliun, dengan alokasi wajib sektor pendidikan sebesar 20 persen atau sekitar Rp750 triliun. Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan langsung oleh para pendidik.
“Jika 20 persen anggaran pendidikan itu benar-benar digunakan secara utuh untuk kepentingan pendidikan, kami di Komisi X DPR RI telah menghitung bahwa gaji ideal guru honorer seharusnya minimal Rp5 juta per bulan,” jelasnya.
Komisi X DPR RI memikul tanggung jawab konstitusional untuk memastikan anggaran pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Lalu Hadrian berharap kebijakan penganggaran pendidikan ke depan lebih berpihak kepada guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia Indonesia.



